Jauh dari Hegemoni Organisasi dan Parti

Yang dimaksud jauh dari hegemoni organisasi dan parti ialah selama antara parti dan organisasi terjadi permusuhan dan pertentangan yang tidak selaras dengan makna ukhuwwah dalam Islam. Da’wah Islam adalah da’wah umum yang menghimpun, bukan memecah belah. Da’wah Islam tidak bangkit dan bekerja dengan permusuhan dan pertentangan, namun dilakukan semata-mata ikhlas kerana Allah swt.

Makna da’wah seperti ini, dirasa berat bagi jiwa tamak yang ingin menjadikan parti dan kelompoknya sebagai batu loncatan untuk meraih jabatan dan mengaut harta. Kerana itu, kami memilih menjauhi hegemoni semua parti dan organisasi tersebut, dan bersabar dalam kondisi itu dari kemaslahatan yang mungkin dapat diambil, sampai faktor penghalang itu dapat terbuka. Sampai manusia mengetahui hakikat yang ditutup-tutupi tentang mereka kemudian mereka kembali pada langkah yang benar, setelah memperoleh berbagai pengalaman, keyakinan hati dan keimanan.

Ketika akar dan batang da’wah telah kukuh, sehingga mampu mengarahkan dan tidak diarahkan, mampu mempengaruhi dan tidak dipengaruhi, Ikhwan mengajak para pembesar, pejabat, berbagai organisasi dan parti untuk bergabung.

Ikhwan mengajak mereka agar mereka turut menempuh jalan dan bekerja bersama, meninggalkan semua penampilan yang tak ada ertinya dan bersatu di bawah bendera al-Qur’anul ‘Azim, bernaung di bawah syi’ar Nabi yang mulia dan sistem Islam yang lurus.

Bila mereka memenuhi seruan kami, maka kebaikan dan kebahagiaan kembali pada mereka di dunia dan akhirat. Dengan bantuan mereka, insya Allah, perjalanan da’wah akan dapat lebih cepat dan menyedikitkan jerih payah dalam mencapai tujuannya.

Tapi bila mereka menolak, tak ada salahnya bagi kami untuk menanti beberapa saat. Kami hanya berharap pada Allah swt. hingga mereka tidak mempunyai alternatif lain kecuali bekerja untuk da’wah.”Allah Maha Kuasa atas segala urusan-Nya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”



2 Responses to “Karakter Dakwah”  

  1. Salam akhi

    I just discussed this issues with my husband. We have reach into several conclusion. But just wanna ask, where did this writing come from. If I’m not mistaken from Risalah Hassan Al-Banna or Ikhwan?

    Jzkllh

  2. w’salam wrh,

    I took this passage from an online article which highlighted the content of a book called Ikhwanul Muslimin; Deskripsi, Jawaban Tuduhan, dan Harapan by Syaikh Jasim Muhalhil

    Thank you for dropping by.


Leave a Reply